RADARHUKUM.SITE | Jakarta - BEM Nusantara di bawah kepemimpinan Muhammad Sardani selaku Koordinator Pusat menyambut era baru Kepolisian Negara Republik Indonesia setelah pergantian Kapolri yang kemudian diikuti dengan rotasi besar-besaran di tubuh Polri, mulai dari jajaran Pejabat Utama (PJU) hingga Kapolda.
BEM Nusantara sebagai aliansi gerakan mahasiswa memandang momentum tersebut tidak semata-mata sebagai penyegaran struktur organisasi, tetapi juga sebagai kesempatan untuk memperkuat pembenahan dan reformasi di tubuh kepolisian.
Pergantian kepemimpinan dan rotasi jabatan, menurut BEM Nusantara, harus diikuti dengan perubahan nyata dalam profesionalitas, transparansi, akuntabilitas, penegakan hukum, serta pelayanan kepada masyarakat.
“Pergantian kepemimpinan dan rotasi besar-besaran ini tentu menjadi bagian dari dinamika organisasi. Namun yang lebih penting adalah bagaimana momentum ini mampu melahirkan pembenahan yang benar-benar dirasakan oleh masyarakat. Polri harus terus memperkuat profesionalitas, transparansi, dan kepercayaan publik,” ujar Muhammad Sardani, Koordinator Pusat BEM Nusantara.
Sardani mengatakan, reformasi Polri tidak cukup hanya melalui pergantian pejabat. Pembenahan juga perlu menyentuh kultur kelembagaan, mekanisme pengawasan, penegakan disiplin, perlindungan hak masyarakat, serta keterbukaan institusi terhadap kritik publik.
“Publik tentu berharap wajah baru kepemimpinan Polri juga membawa semangat baru dalam menjawab berbagai persoalan yang selama ini menjadi perhatian masyarakat. Kritik harus dilihat sebagai bagian dari kontrol sosial dan upaya bersama untuk memperbaiki institusi,” katanya.
Menurutnya, BEM Nusantara akan terus menempatkan diri sebagai bagian dari masyarakat sipil yang ikut mengawal perjalanan reformasi kepolisian.
“BEM Nusantara akan terus mengambil posisi sebagai mitra strategis sekaligus mitra kritis Polri. Kami akan mendukung setiap langkah yang baik untuk kepentingan rakyat, tetapi pada saat yang sama akan tetap menjalankan fungsi kontrol sosial dan menyampaikan kritik terhadap hal-hal yang perlu diperbaiki,” tegas Sardani.
Ia menambahkan, menjadi mitra strategis bukan berarti kehilangan sikap kritis. Dukungan terhadap institusi harus berjalan beriringan dengan pengawasan publik agar Polri semakin profesional dan mendapatkan kepercayaan masyarakat.
“Menjadi mitra strategis bukan berarti harus diam terhadap kekeliruan. Kami mendukung yang baik, mengawal yang perlu diperbaiki, dan tetap menyampaikan kritik secara konstruktif demi kepentingan masyarakat dan penguatan institusi Polri,” ujarnya.
BEM Nusantara juga berharap jajaran kepemimpinan baru Polri mampu menjadikan momentum pergantian dan rotasi tersebut sebagai awal dari pembenahan yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat hubungan antara kepolisian dan masyarakat.
“Selamat bertugas kepada Bapak Kapolri, Bapak Kapolda, dan seluruh PJU Polri yang mendapatkan amanah baru. Semoga amanah dalam menjalankan tugas, berani melakukan pembenahan, dan senantiasa menempatkan kepentingan rakyat serta tegaknya hukum sebagai prioritas utama,” ujar Sardani.
BEM Nusantara menilai era baru Polri bukan sekadar tentang pergantian wajah dalam struktur kepemimpinan, tetapi tentang bagaimana harapan terhadap pembenahan dapat diwujudkan menjadi kerja nyata dan kepercayaan publik yang semakin kuat. (Red)






0 Komentar