masukkan script iklan disini
RADARHUKUM.SITE, Binjai - Aktivis hukum Kota Binjai, Dhani Aulya Lubis, meminta kepada Pemerintah Kota (Pemko) Binjai maupun masyarakat untuk bijaksana dalam menyikapi permasalahan.
Sebab menurutnya, pasca digelarnya aksi unjukrasa yang digelar oleh Aliansi Mahasiswa dan Forum Pedagang Kaki Lima Kota Binjai di depan Kantor Pemko Binjai, Senin (27/4) kemarin, pihaknya menilai ada oknum oknum yang sengaja melakukan propaganda antara Pemerintah dengan masyarakat.
"Pasca unras kemarin, kami menilai ada yang mau membenturkan Pemerintah Kota Binjai dengan masyarakat. Menurut kami, sah sah saja kita mengeluarkan pendapat, namun tetap menjaga harmoni antara masyarakat dengan pemerintah yang merupakan kunci stabilitas negara," ungkapnya, Selasa (28/4) sore.
Hal itu diakui Dhani Lubis bisa dilihat melalui platform media sosial (medsos) seperti Facebook dan lainnya, maupun yang ada ditengah tengah masyarakat.
Apalagi diakui Dhani, media sosial saat ini seringkali menjadi tempat yang rentan terhadap polarisasi akibat penyebaran hoaks, hasutan maupun ujaran kebencian.
"Kami tentunya sangat menyayangkan hal ini. Seperti berkotak kotak. Contohnya di media sosial, ada beberapa narasi yang kami nilai sengaja untuk membenturkan masyarakat dengan pemerintah. Hal ini tentunya merugikan kedua belah pihak. Mari kita berikan edukasi yang baik," ujar Dhani seraya berharap agar kita semua dapat menjaga kondusifitas ruang digital dan hubungan harmonis.
Disinggung apakah narasi narasi yang berkembang dan terkesan membenturkan masyarakat dengan Pemerintah Kota merupakan buntut dari unjukrasa kemarin, Dhani pun tidak menampiknya.
"Sebagai masyarakat atau pedagang, mereka tentunya punya hak dan kewajiban untuk mematuhi aturan. Begitu juga dengan Pemerintah Kota. Janganlah membuat kebijakan yang ekstrem, utamanya yang berkaitan dengan hajat hidup orang banyak sehingga berpotensi merugikan masyarakat dan juga menimbulkan gejolak," tegasnya.
Meskipun kritik di media sosial diperbolehkan sebagai wujud kebebasan berekspresi, namun menurutnya sangat penting untuk menyampaikannya dengan beretika dan santun.
"Bijaklah dalam menggunakan media sosial sehingga tidak menimbulkan permasalahan yang dapat merugikan masyarakat maupun diri sendiri," harapnya.
Diakhir ucapannya, Dhani berharap kepada Pemko Binjai dapat segera memberikan solusi bagi para pedagang kaki lima yang sebelumnya digusur hingga berujung unjukrasa.
"Mari kita berhati-hati dalam membuat kebijakan. Jangan sampai kebijakan yang dibuat malah merugikan masyarakat hingga menimbulkan gejolak. Sebab Kota Binjai membutuhkan stabilitas untuk tetap tumbuh dan melanjutkan pembangunan," demikian ungkap Dhani Lubis diakhir ucapannya.
(Redaksi)




