RADARHUKUM.SITE | MEDAN - Sebanyak 20 Asosiasi Bola Tangan Indonesia (ABTI) kabupaten/kota di Sumatera Utara siap adu kekuatan dalam Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Bola Tangan Senior Indoor Putra dan Putri Sumut 2026.
Ajang yang digelar oleh ABTI Provinsi Sumatera Utara tersebut akan berlangsung pada 22-26 September 2026 di GOR Handball Sumut. Selain menjadi arena perebutan prestasi, Kejurprov ini juga diarahkan sebagai momentum talent scouting untuk memantau dan memetakan potensi atlet bola tangan dari berbagai daerah di Sumatera Utara.
Dengan telah terbentuknya 26 ABTI kabupaten/kota, kejuaraan ini menjadi salah satu ruang penting untuk mempertemukan atlet-atlet potensial dalam kompetisi yang kompetitif sekaligus menjadi bagian dari proses pembinaan menuju level nasional, termasuk persiapan menghadapi Kejurnas Bola Tangan.
Bukan Sekadar Mengejar Gelar Juara
Ketua Panitia Kejurprov Bola Tangan Sumut 2026, Agustin Sastrawan Harahap, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa Kejurprov tidak semata-mata berorientasi pada siapa yang keluar sebagai juara.
Menurutnya, pertandingan justru menjadi kesempatan untuk melihat secara langsung perkembangan dan potensi atlet yang berasal dari 20 ABTI kabupaten/kota.
“Kejurprov ini bukan hanya tentang siapa yang menjadi juara. Yang tidak kalah penting adalah bagaimana kita dapat melihat potensi atlet dari 20 ABTI kabupaten/kota yang sudah terbentuk. Pertandingan ini menjadi bagian dari proses talent scouting untuk membangun jejaring atlet yang nantinya dapat dipersiapkan menuju kompetisi tingkat nasional,” ujar Agustin. Senin, (21/9).
Ia menjelaskan, kompetisi yang mempertemukan atlet dari berbagai daerah akan memberikan gambaran lebih luas mengenai perkembangan bola tangan di Sumatera Utara.
Tidak hanya kemampuan teknik dan strategi permainan, sejumlah aspek lain seperti mental bertanding, disiplin, kerja sama tim, konsistensi, serta sportivitas juga menjadi bagian yang dapat diamati selama kejuaraan berlangsung.
26 ABTI Jadi Modal Penguatan Pembinaan
Sementara itu, Ketua ABTI Sumatera Utara, H. Hendra Cipta, S.E., M.M., menyampaikan bahwa terbentuknya 26 ABTI kabupaten/kota merupakan modal penting dalam membangun ekosistem pembinaan bola tangan yang lebih luas dan berkelanjutan di Sumatera Utara.
Menurutnya, pembinaan atlet membutuhkan kompetisi yang terukur agar para pemain memiliki pengalaman bertanding sekaligus dapat dievaluasi perkembangannya.
“Pembinaan tidak bisa berjalan tanpa kompetisi. Karena itu, Kejurprov menjadi bagian penting untuk memberikan pengalaman bertanding kepada atlet sekaligus melihat perkembangan pembinaan di kabupaten dan kota,” ujar H. Hendra Cipta.
Kejurprov Bola Tangan Sumut 2026 pun diharapkan tidak berhenti sebagai agenda pertandingan tahunan. Lebih jauh, kompetisi tersebut menjadi ruang untuk menemukan talenta-talenta baru yang dapat dibina secara berkelanjutan dan diproyeksikan memperkuat bola tangan Sumatera Utara pada level nasional.
Dari Lapangan Sumut Menuju Panggung Nasional
Dengan mengusung semangat kompetisi, pembinaan, dan talent scouting, ABTI Sumatera Utara mendorong Kejurprov 2026 menjadi bagian dari proses panjang membangun fondasi olahraga bola tangan di daerah.
Pertandingan selama lima hari tersebut sekaligus akan menjadi panggung bagi para atlet untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya di hadapan tim, pelatih, pengurus, dan pihak-pihak yang terlibat dalam pembinaan.
Dari sinilah proses pemetaan talenta diharapkan berjalan-siapa yang mampu tampil konsisten, siapa yang menunjukkan perkembangan signifikan, dan siapa yang memiliki potensi untuk terus dibina menuju kompetisi yang lebih tinggi.
Kejurprov Bola Tangan Sumut 2026
📅 22-26 September 2026
🤾 Senior Indoor Putra & Putri
📍 GOR Handball Sumut
🏆 26 ABTI Kabupaten/Kota
ABTI SUMUT
“Kompetisi Hari Ini, Talenta untuk Prestasi Esok Hari.”
(Redaksi)






0 Komentar