Iklan

Mahasiswa Sebagai Agent Of Change Harus Menjadi Social Control Dari Pemerintah Eksekutif, Legislatif dan Yudikatif

MEDIA ONLINE NASIONAL
Minggu, 07 Juni 2026, Juni 07, 2026 WIB Last Updated 2026-06-07T09:18:07Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini
RADARHUKUM.SITE Binjai - Mahasiswa berperan sebagai agent of change (agen perubahan). Hal itu didasari karena mahasiswa memiliki kemampuan berpikir kritis, idealisme yang tinggi, dan menguasai ilmu pengetahuan. 

Tidak hanya itu, seorang mahasiswa juga dapat menjadi motor penggerak transformasi sosial dengan mengidentifikasi masalah rakyat dan menawarkan solusi inovatif sehingga dapat menjadi penyambung lidah bagi masyarakat. 

Hal tersebut ditegaskan Aktivis hukum Kota Binjai Dhani Aulya Lubis, saat ditemui awak media di salah satu Cafe yang ada di Kota Binjai, Minggu (7/6). 

"Sebagai agen perubahan, maka mahasiswa juga dituntut untuk menjadi sosial control dari Aparat Penegak Hukum dan juga pemerintah," tegasnya. 

Untuk itu, sambung Dhani Lubis, mahasiswa harus terus bersinergi agar dapat memberikan rasa keadilan kepada masyarakat. 

"Tujuannya agar APH maupun pemerintah dapat menjalankan tugas sebagaimana mestinya sehingga tetap tegak lurus pada jalurnya sekaligus memberikan keadilan terhadap masyarakat," ungkapnya. 

Sebagai kaum intelektual, kata Dhani, mahasiswa juga dipandang punya peran besar dalam mengubah tatanan sosial. Narasi yang berkembang selama ini menyebutkan bahwa mahasiswa merupakan agent of change atau agen perubahan.

"Artinya, mahasiswa diharapkan menjadi generasi penerus bangsa yang mampu membuat perubahan-perubahan positif untuk masyarakat sekaligus mengupayakan perubahan agar masyarakat dapat hidup dalam kondisi yang lebih ideal," beber Dhani Lubis. 

Pun begitu, Dhani mengatakan tidak mudah untuk menjadi agent of change. Sebab tak semua mahasiswa mampu mengemban peran-peran tersebut.

"Agar hal itu tercapai, mahasiswa perlu terus belajar dan menambah pengetahuan agar bisa menjalankan perannya," harap Dhani Lubis. 

Peran sebagai agen perubahan ini hanyalah satu dari lima peran yang diberikan kepada mahasiswa. Selain sebagai agen perubahan, mahasiswa juga mempunyai peran sebagai social control, iron stock, moral force, dan guardian of values.

"Peran besar ini selalu ditanamkan kepada mahasiswa bahkan sejak memasuki bangku perkuliahan sehingga diharapkan bisa menjalankan peran ini dengan baik," ujarnya. 

Diakhir ucapannya, pria yang akrab dengan awak media ini mengatakan, untuk menjadi agen perubahan, seorang mahasiswa harus mempunyai kesadaran jiwa, peka, peduli, dan punya imajinasi akan kehidupan yang lebih baik. 

"Upaya untuk membuat perubahan inilah yang perlu diperjuangkan. Perubahan tidak bisa terjadi begitu saja. Diperlukan gerakan masif dan terus-menerus untuk mengubah kondisi sekarang," demikian tutup Dhani Lubis diakhir ucapannya. 

(Redaksi)
Komentar

Tampilkan

Terkini