• Jelajahi

    Copyright © RADAR HUKUM
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Wali Kota Pematangsiantar, Tuan Guru Batak dan BKPRMI Belanjakan Baju Lebaran untuk Anak Yatim dan Dhuafa

    REDAKSI
    Jumat, 13 Maret 2026, Maret 13, 2026 WIB Last Updated 2026-03-13T16:18:28Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini
    RADARHUKUM.SITE, Pematangsiantar – Kepedulian terhadap masyarakat kurang mampu kembali ditunjukkan Wali Kota Pematangsiantar, Wesly Silalahi, S.H., M.Kn, yang bersama Tuan Guru Batak (TGB) Syeikh Dr. H. Ahmad Sabban el-Rahmaniy Rajagukguk, M.A serta jajaran DPD BKPRMI Kota Pematangsiantar mengajak anak-anak yatim dan dhuafa berbelanja pakaian Lebaran, Jumat (13/03/2026).

    Kegiatan sosial tersebut berlangsung di salah satu pusat perbelanjaan di Kota Pematangsiantar dan menjadi bentuk nyata komitmen kepemimpinan yang tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga pembangunan nilai-nilai kemanusiaan dan solidaritas sosial.

    Sebelumnya, pada Kamis (12/03/2026), Wali Kota Wesly Silalahi juga menghadiri kegiatan buka puasa bersama di Pondok Persulukan Serambi Babussalam Simalungun, sebuah pusat kegiatan spiritual yang diasuh oleh TGB di Kecamatan Hatonduhan, Kabupaten Simalungun. Kegiatan tersebut menjadi momentum silaturahmi antara pemerintah daerah, ulama, dan organisasi kepemudaan Islam.

    Dalam kegiatan tersebut, Wali Kota hadir bersama rombongan dan disambut langsung oleh keluarga besar pondok persulukan serta pengurus BKPRMI. Kehadiran berbagai unsur masyarakat ini menunjukkan kuatnya kolaborasi antara pemerintah, tokoh agama, dan organisasi kepemudaan dalam membangun nilai kebersamaan.

    Keesokan harinya, kegiatan kepedulian sosial kembali dilanjutkan dengan mengajak anak-anak yatim dan dhuafa memilih langsung pakaian Lebaran mereka. Momentum ini tidak hanya memberikan bantuan materi, tetapi juga menghadirkan kebahagiaan dan perhatian moral bagi anak-anak yang membutuhkan.

    Aksi kemanusiaan tersebut pun menuai apresiasi dari berbagai kalangan, mulai dari tokoh masyarakat, aktivis sosial, hingga pemerhati kebijakan publik di Sumatera Utara.
    Salah satunya datang dari Muhammad Mas’ud Silalahi, S.Sos, Pengasuh Rumah Qur’an dan Peradaban yang juga dikenal sebagai aktivis sosial dan politik di Sumatera Utara. Ia menilai sosok Wesly Silalahi merupakan figur pemimpin publik yang memiliki kepedulian sosial tinggi serta komitmen kuat terhadap nilai pendidikan dan kemanusiaan.


    Menurutnya, kepemimpinan yang ditunjukkan Wali Kota Pematangsiantar tersebut menjadi contoh nyata bagaimana seorang pejabat publik mampu menghadirkan nilai universal kemanusiaan dalam praktik kepemimpinannya.
    "Beliau adalah figur pemimpin yang mampu menunjukkan bahwa jabatan publik harus menjadi sarana pengabdian kepada masyarakat. Kepeduliannya terhadap pendidikan, kemanusiaan, dan nilai toleransi patut menjadi teladan," ujarnya.

    Ia juga menambahkan bahwa langkah yang dilakukan Wali Kota Pematangsiantar tersebut turut memperkuat citra daerah sebagai wilayah yang menjunjung tinggi nilai toleransi dan keberagaman.

    Selama ini, Kota Pematangsiantar dan Kabupaten Simalungun memang dikenal sebagai daerah yang memiliki tradisi toleransi antarumat beragama yang kuat. Kondisi sosial yang harmonis ini dinilai sebagai modal penting dalam membangun peradaban masyarakat yang inklusif dan berkeadaban.

    Muhammad Mas’ud menegaskan, praktik kepemimpinan yang mengedepankan nilai kemanusiaan seperti ini perlu terus dijaga dan dirawat agar dapat menjadi role model, tidak hanya di tingkat regional, tetapi juga nasional bahkan internasional.

    "Nilai-nilai kemanusiaan, kepedulian sosial, dan toleransi seperti inilah yang harus terus dirawat agar Pematangsiantar dan Simalungun tetap menjadi contoh daerah yang damai dan berkeadaban," tutupnya.

    Redaksi : Dr. Muhammad Danil Siregar, M.Pd
    Editor : Ivan Suadi, M.Sos
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini