masukkan script iklan disini
RADARHUKUM.SITE, LANGKAT – Persatuan Pemuda dan Mahasiswa Sumatera Utara (PPMSU) menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Kapolres Langkat atas respons super cepat dan dedikasi humanis yang ditunjukkan dalam menangani persoalan hukum yang menimpa keluarga Mbah Gina, seorang ibu lansia di Kabupaten Langkat.
Hanya dalam kurun waktu kurang dari 24 jam setelah menerima laporan, Kapolres Langkat tidak hanya mengabulkan penangguhan penahanan anak Mbah Gina, tetapi juga turun langsung mendatangi kediaman sang ibu untuk memberikan dukungan moril.
Kronologi Respons Cepat Kapolres Langkat
Senin Malam:
- Ketua Umum PPMSU, Oza Hasibuan, mengirimkan sebuah video TikTok yang memuat kondisi memprihatinkan Mbah Gina kepada Kapolres Langkat. Dalam video tersebut, digambarkan bahwa Mbah Gina sangat membutuhkan kehadiran anaknya, karena tidak ada lagi yang merawat dan mengurus dirinya jik sang anak harus mendekam di balik jeruji besi. Laporan digital ini langsung direspons dan diatensi malam itu juga oleh Kapolres.
•Selasa Pagi: Tanpa menunda waktu, Kapolres Langkat langsung bergerak menuju kediaman Mbah Gina.
Kehadiran orang nomor satu di Polres Langkat ini bertujuan untuk menyemangati Mbah Gina secara langsung sekaligus memastikan bahwa proses penangguhan penahanan anak beliau langsung dikabulkan demi kemanusiaan.
Pernyataan Sikap PPMSU
Ketua Umum PPMSU, Oza Hasibuan, menyatakan bahwa tindakan nyata yang ditunjukkan oleh Kapolres Langkat adalah cerminan sejati dari komitmen Polri yang presisi, responsif, dan mengedepankan sisi humanis dalam penegakan hukum.
"Kami dari PPMSU sangat mengapresiasi langkah cepat, taktis, dan penuh empati dari Bapak Kapolres Langkat. Sesaat setelah kami koordinasikan pada Senin malam terkait kondisi Mbah Gina, besok paginya beliau langsung turun ke lapangan. Ini membuktikan bahwa Polres Langkat tidak kaku dalam melihat persoalan hukum, melainkan hadir dengan hati nurani," ujar Oza Hasibuan.
Oza juga menambahkan bahwa penangguhan penahanan ini sangat berarti bagi kelangsungan hidup Mbah Gina.
"Mbah Gina ini sudah tua, dan anaknya adalah tulang punggung sekaligus satu-satunya yang merawat beliau sehari-hari.
Jika anaknya ditahan, kondisi Mbah Gina akan sangat telantar. Keputusan Kapolres Langkat ini adalah penyelamat bagi beliau," tegasnya.
Komitmen Mengawal Keadilan
PPMSU berharap kepemimpinan yang responsif dan berpihak pada nilai-nilai kemanusiaan seperti yang dicontohkan oleh Kapolres Langkat ini dapat terus dipertahankan dan menjadi role model bagi jajaran kepolisian lainnya di Sumatera Utara.
PPMSU menegaskan akan terus berkomitmen menjadi mitra strategis sekaligus kontrol sosial dalam mengawal keadilan yang humanis bagi masyarakat kecil.
(Redaksi)



