masukkan script iklan disini
RADARHUKU.SITE, LABUHANBATU UTARA – Peserta Musyawarah Daerah (Musda) V Al Jam’iyatul Washliyah Kabupaten Labuhanbatu Utara bersama panitia pelaksana menyatakan keberatan atas penundaan mendadak kegiatan Musda yang semula dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 14 Juni 2026.
Pernyataan keberatan tersebut disampaikan di Aula Kantor PD Al Jam’iyatul Washliyah Kabupaten Labuhanbatu Utara. Kegiatan yang telah dipersiapkan sejak jauh hari itu bahkan sudah memasuki tahap akhir, dengan peserta telah mulai berdatangan dan berkumpul di lokasi sejak H-1, Sabtu malam (13/6/2026).
Ketua Panitia Pelaksana, Abdul Sahnan, didampingi Sekretaris Panitia, Zulfi Mahzar Pohan, M.Pd., menegaskan bahwa seluruh persiapan telah rampung 100 persen, mulai dari penyebaran undangan, pendaftaran peserta, penentuan lokasi kegiatan, penyediaan penginapan, konsumsi, hingga berbagai kebutuhan teknis lainnya.
“Seluruh persiapan sudah rampung 100 persen. Kami menerima pembatalan atau penundaan tersebut pada Sabtu malam sekitar pukul 19.30 WIB,” ujar Abdul Sahnan.
Sementara itu, Sekretaris Panitia, Zulfi Mahzar Pohan, menambahkan bahwa surat penundaan diterima panitia pada Sabtu malam (13/6/2026) sekitar pukul 19.30 WIB melalui pesan WhatsApp yang dikirim oleh Gusliadi Ritonga. Sebelumnya, panitia bahkan telah diarahkan untuk menyiapkan penginapan bagi rombongan Pengurus Wilayah yang dijadwalkan hadir dan membuka kegiatan Musda.
Penundaan mendadak tersebut juga mendapat tanggapan dari peserta Musda, Muhammad Rizki, SE, bersama sejumlah pimpinan cabang se-Kabupaten Labuhanbatu Utara.
Mereka menilai alasan Pelaksana Tugas Pengurus Daerah yang menyebut belum terjalinnya komunikasi dengan Pimpinan Cabang tidak relevan, mengingat sebelumnya telah dilakukan rapat resmi yang menetapkan jadwal pelaksanaan Musda.
“Kami menilai alasan tersebut tidak tepat, karena sebelumnya sudah ada rapat pengurus yang menetapkan tanggal pelaksanaan secara resmi,” ujar Rizki
Menurut para peserta, keputusan penundaan ini menimbulkan kekecewaan mendalam, mengingat sejumlah peserta dari berbagai daerah telah tiba di lokasi bahkan sudah menginap sebelum menerima informasi resmi terkait penundaan kegiatan tersebut.
“Kejadian ini menjadi catatan moral bagi organisasi sebesar Al Washliyah. Penundaan dilakukan di saat persiapan sudah matang dan acara tinggal dilaksanakan, serta dinilai tidak berlandaskan pada AD/ART yang berlaku,” tutup Rizki.
(Redaksi)



