Ziarah Ruhani dan Spiritualitas Qurban: Abdul Hakim Siregar Serahkan Hewan Qurban kepada TGB di Serambi Babussalam Simalungun

REDAKSI
Selasa, 26 Mei 2026, Mei 26, 2026 WIB Last Updated 2026-05-26T16:37:33Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini
RADARHUKUM.SITE, SIMALUNGUN –
Nuansa religius dan kekhidmatan sufistik menyelimuti Pondok Persulukan Serambi Babussalam Simalungun ketika Dr. Abdul Hakim Siregar, S.Si., M.Si dosen Fakultas Ilmu Olahraga (FIK) Universitas Negeri Medan (UNIMED) yang juga Ketua Yayasan Pondok Pesantren Mts Nur Zam-Zam Marindal Deliserdang, melaksanakan ziarah ke makam ulama kharismatik Almarhum Syeikh Abdurrahman Rajagukguk, Selasa (26/5/2026).

Dalam perjalanan spiritual tersebut, Abdul Hakim Siregar didampingi oleh Jernih Siregar, Komisioner KPU Kepulauan Riau dan Muhammad Mas'ud Silalahi Pengasuh Rumah Qur'an dan Peradaban. Ziarah itu bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan ikhtiar batin untuk menautkan kembali nilai-nilai keilmuan, adab, dan spiritualitas yang diwariskan para ulama terdahulu kepada generasi masa kini.


Usai menziarahi makam sang mursyid, rombongan melanjutkan silaturahmi ke Pondok Persulukan Serambi Babussalam Simalungun dan menyerahkan hewan qurban berupa satu ekor kambing kepada Tuan Guru Batak (TGB), Syeikh Dr. H. Ahmad Sabban el-Rahmaniy Rajagukguk, MA. Penyerahan tersebut diterima langsung oleh TGB dalam suasana penuh kekeluargaan, doa, dan penghayatan nilai-nilai pengabdian kepada Allah SWT.

Dalam tradisi tasawuf, qurban tidak hanya dimaknai sebagai ibadah ritual semata, tetapi juga simbol penyembelihan ego, kesombongan, dan keterikatan duniawi. Nilai itulah yang terasa hidup dalam pertemuan tersebut, ketika kalangan akademisi, tokoh masyarakat, dan ulama bersatu dalam semangat ukhuwah dan penghambaan kepada Tuhan.

Abdul Hakim Siregar menegaskan bahwa ziarah kepada ulama dan silaturahmi dengan para guru ruhani merupakan bagian penting dalam menjaga kesinambungan sanad keilmuan dan akhlak di tengah kehidupan modern yang semakin materialistik.

“Warisan ulama bukan hanya teks dan ceramah, tetapi keteladanan hidup, adab, serta cahaya spiritual yang terus membimbing umat,” ungkapnya penuh takzim.

Sementara itu, Tuan Guru Batak (TGB) Syeikh Dr. H. Ahmad Sabban el-Rahmaniy Rajagukguk, MA menyampaikan rasa syukur dan doa agar ibadah qurban yang diserahkan menjadi amal jariyah yang membawa keberkahan, serta memperkuat ikatan persaudaraan antara umat, ulama, dan kaum intelektual.


Pertemuan tersebut menjadi gambaran bahwa di tengah perkembangan zaman, tradisi ziarah, qurban, dan majelis persulukan tetap memiliki tempat penting sebagai ruang penyucian jiwa, penguatan nilai kemanusiaan, dan perawatan spiritualitas Islam yang damai dan penuh kasih.

(Redaksi)
Komentar

Tampilkan

Terkini