Polantas Makin Dicintai, Ini Sederet Capaian Irjen Agus Suryonugroho Menurut GNI

REDAKSI
Selasa, 19 Mei 2026, Mei 19, 2026 WIB Last Updated 2026-05-19T18:29:30Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini
Ket : Kakorlantas Polri Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum.

Jakarta, 20 Mei 2026 – Generasi Negarawan Indonesia (GNI) mengapresiasi berbagai capaian Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Agus Suryonugroho yang dinilai berhasil membawa Polisi Lalu Lintas (Polantas) semakin dekat dan dicintai masyarakat melalui pendekatan humanis, pelayanan yang responsif, serta keberhasilan pengamanan lalu lintas nasional.

Ketua Umum GNI Jabodetabek, Ruslan Padli, mengatakan kepemimpinan Irjen Agus Suryonugroho selama memimpin Korlantas Polri telah menghadirkan perubahan positif dalam pelayanan lalu lintas dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi Polri.

“GNI melihat ada perubahan nyata di tubuh Polantas selama dipimpin Irjen Agus Suryonugroho. Pendekatan yang humanis, profesional, dan dekat dengan masyarakat membuat Polantas semakin dipercaya dan dicintai masyarakat,” ujar Ruslan dalam keterangannya di Jakarta, Senin (18/5/2026).

Menurut Ruslan, sejumlah program yang dijalankan Korlantas Polri menjadi bukti komitmen dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Program tersebut di antaranya Polantas Menyapa dan Melayani, penerapan tilang elektronik atau ETLE, penertiban kendaraan overdimensi dan overload (ODOL), hingga pengamanan arus mudik dan libur Natal serta Tahun Baru.

Ia menilai pendekatan humanis yang diterapkan Irjen Agus membuat masyarakat merasa lebih nyaman dan dihargai oleh aparat kepolisian.

“Ini membuat masyarakat merasa lebih dihargai dan dilayani. Pada akhirnya hal tersebut memperkuat kepercayaan publik terhadap Polantas,” katanya.

GNI juga menyoroti keberhasilan pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 yang dinilai menjadi salah satu capaian penting Korlantas Polri dalam pengamanan arus mudik dan balik Lebaran tahun ini.

Berdasarkan data aplikasi IRSMS Korlantas Polri, jumlah korban meninggal dunia selama periode mudik dan balik Lebaran 2026 tercatat sebanyak 238 orang. Angka tersebut turun 104 orang atau 30,41 persen dibandingkan tahun 2025 yang mencapai 342 korban meninggal dunia.

Selain itu, jumlah kejadian kecelakaan lalu lintas juga mengalami penurunan sebesar 5,31 persen, dari 2.880 kejadian pada 2025 menjadi 2.727 kejadian pada 2026. Bahkan, selama pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 tidak tercatat adanya kecelakaan menonjol secara nasional.

Sementara itu, PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat arus mudik Lebaran 2026 sebagai yang tertinggi sepanjang sejarah Indonesia. Meski volume kendaraan meningkat drastis dibandingkan tahun sebelumnya, kondisi lalu lintas tetap dinilai terkendali berkat efektivitas rekayasa lalu lintas yang diterapkan Korlantas Polri bersama para pemangku kepentingan terkait.

Keberhasilan tersebut juga mendapat respons positif dari masyarakat. Berdasarkan survei Indikator Politik Indonesia, sebanyak 85,3 persen pemudik menyatakan puas terhadap penyelenggaraan Operasi Ketupat 2026.

Ruslan menegaskan berbagai capaian tersebut menunjukkan keberhasilan Korlantas Polri dalam membangun sistem lalu lintas nasional yang lebih baik dan berorientasi pada keselamatan masyarakat.

“Semua langkah ini merupakan bagian dari upaya Polri Presisi untuk semakin dekat dengan masyarakat serta mewujudkan lalu lintas yang aman, tertib, dan berkeselamatan,” pungkas Ruslan.
Komentar

Tampilkan

Terkini