masukkan script iklan disini
RADARHUKUM.SITE, Medan — Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Medan, menyatakan kesiapan penuh untuk mengawal dan mendukung dalam momentum Musyawarah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Sumatera Utara yang dijadwalkan berlangsung pada 8-10 MEI 2026 di Perapat - Kab. Simalungun, Sumut.
Pernyataan tersebut disampaikan Gumriadi sebagai bentuk komitmen moral dan solidaritas alumni HMI dalam mendorong kepemimpinan yang dinilai memiliki kapasitas, integritas, serta pengalaman dalam membangun organisasi alumni yang lebih progresif dan berdaya saing.
“Kami, alumni HMI Medan, siap mengawal dan memberikan dukungan kepada Kolonel TNI DR. Sadikin Bintang dalam Musyawarah KAHMI Sumut 2026. Ini adalah bagian dari ikhtiar bersama untuk menghadirkan kepemimpinan yang kuat dan visioner,” ujar Gumriadi dalam keterangannya.
Menurutnya, sosok Sadikin Bintang memiliki rekam jejak yang mumpuni baik dalam bidang militer maupun kontribusi sosial kemasyarakatan. Hal ini dinilai menjadi modal penting dalam membawa KAHMI Sumatera Utara ke arah yang lebih solid dan berkontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
Musyawarah KAHMI Sumut 2026 diproyeksikan menjadi ajang strategis dalam menentukan arah organisasi ke depan, termasuk memilih figur kepemimpinan yang mampu merangkul seluruh elemen alumni HMI di Sumatera Utara.
Gumriadi juga mengajak seluruh alumni HMI untuk menjaga semangat persatuan dan menjadikan musyawarah sebagai ruang demokrasi yang sehat, berlandaskan nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan yang selama ini menjadi fondasi perjuangan HMI.
“Momentum ini harus kita jadikan sebagai ajang memperkuat silaturahmi dan konsolidasi antar alumni. Siapapun yang terpilih nantinya, harus mampu membawa KAHMI menjadi organisasi yang lebih bermanfaat bagi umat dan bangsa,” tambahnya.
Dengan dukungan yang terus menguat dari berbagai kalangan alumni, dinamika menuju Musyawarah KAHMI Sumut 2026 diperkirakan akan berlangsung dinamis namun tetap dalam koridor kebersamaan dan nilai-nilai organisasi.
Musyawarah ini diharapkan tidak hanya melahirkan kepemimpinan baru, tetapi juga menghasilkan gagasan-gagasan strategis untuk memperkuat peran KAHMI di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.
(TIM)




