• Jelajahi

    Copyright © RADAR HUKUM
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Gerakan 1000 Wakaf Al-Qur’an Bangkitkan Semangat Warga Pasca Banjir di Aceh Tamiang

    REDAKSI
    Selasa, 05 Mei 2026, Mei 05, 2026 WIB Last Updated 2026-05-05T09:28:10Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini
    RADARHUKUM.SITE, Aceh Tamiang - Upaya pemulihan pascabencana terus dilakukan di wilayah Aceh Tamiang. Salah satu gerakan inspiratif datang dari kalangan akademisi melalui program “Gerakan 1000 Wakaf Al-Qur’an” yang dipelopori oleh Muhammad Roni, dosen Sosiologi Al-Qur’an IAIN Langsa. Selasa (5/5/26).

    Program ini hadir sebagai respons terhadap dampak banjir bandang yang melanda sejumlah desa, termasuk Desa Landuh. Tidak hanya merusak rumah dan fasilitas umum, bencana tersebut juga menyebabkan hilangnya mushaf Al-Qur’an milik warga dan sarana ibadah di meunasah setempat.

    Muhammad Roni menjelaskan bahwa gerakan ini tidak sekadar memberikan bantuan fisik berupa mushaf, tetapi juga bertujuan membangkitkan kembali semangat spiritual masyarakat. “Al-Qur’an bukan hanya kitab suci, tetapi sumber kekuatan batin. Ketika masyarakat kehilangan itu, maka perlu ada upaya untuk menghidupkannya kembali,” ujarnya dalam kegiatan penyaluran wakaf.

    Sebanyak 1000 mushaf Al-Qur’an berhasil dihimpun melalui jaringan akademik, relawan, dan masyarakat luas. Mushaf tersebut kemudian disalurkan secara langsung kepada warga, terutama di lokasi yang terdampak paling parah.

    Tidak berhenti pada distribusi, kegiatan ini juga diikuti dengan pembinaan keagamaan. Anak-anak dan remaja dilibatkan dalam kegiatan belajar membaca Al-Qur’an, sementara para tokoh agama setempat didorong untuk kembali mengaktifkan pengajian rutin di meunasah.


    Salah seorang warga Desa Landuh mengungkapkan rasa harunya atas bantuan tersebut. Ia menyebut bahwa kehadiran mushaf baru dan kegiatan keagamaan membuat masyarakat kembali memiliki harapan setelah dilanda musibah.

    Secara sosial, gerakan ini juga memperkuat solidaritas antarwarga. Interaksi antara relawan dan masyarakat menciptakan suasana kebersamaan yang menjadi modal penting dalam proses pemulihan.

    Gerakan 1000 Wakaf Al-Qur’an menjadi contoh nyata bahwa pengabdian masyarakat berbasis nilai keagamaan mampu memberikan dampak luas, tidak hanya pada aspek spiritual, tetapi juga pada ketahanan sosial masyarakat.

    Ke depan, Muhammad Roni berharap gerakan serupa dapat diperluas ke wilayah lain yang mengalami bencana. Ia menegaskan bahwa pemulihan pascabencana harus dilakukan secara menyeluruh, mencakup aspek fisik, sosial, dan spiritual.

    (red)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini