• Jelajahi

    Copyright © RADAR HUKUM
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Dirgahayu Badan Intellijen Negara Republik Indonesia ke - 80 Tahun

    REDAKSI
    Jumat, 08 Mei 2026, Mei 08, 2026 WIB Last Updated 2026-05-08T18:02:22Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini
    RADARHUKUM.SITE, Medan, 9 Mei 2026 — Dalam momentum peringatan Dirgahayu Badan Intelijen Negara Republik Indonesia (BIN) ke-80 Tahun, Aktivis Sosial Politik, Muhammad Mas’ud Silalahi, S.Sos menyampaikan apresiasi sekaligus harapan besar kepada seluruh jajaran BIN agar terus menjadi institusi intelijen yang profesional, tangguh, modern, dan berintegritas dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

    Menurut Muhammad Mas’ud Silalahi, keberadaan BIN selama delapan dekade telah memberikan kontribusi besar dalam menjaga stabilitas nasional, mengantisipasi ancaman terhadap negara, serta memperkuat ketahanan nasional di tengah tantangan geopolitik, perkembangan teknologi, hingga dinamika sosial politik yang semakin kompleks.

    “Dirgahayu Badan Intelijen Negara Republik Indonesia ke-80 Tahun. Delapan puluh tahun bukanlah perjalanan yang singkat. BIN telah menjadi benteng pertahanan informasi negara dan memiliki peran strategis dalam menjaga keamanan nasional, stabilitas pemerintahan, serta persatuan bangsa,” ujar Muhammad Mas’ud Silalahi di Medan, Jumat (9/5/2026).

    Ia menegaskan bahwa tantangan bangsa ke depan tidak hanya berasal dari ancaman konvensional, namun juga ancaman siber, penyebaran hoaks, infiltrasi ideologi radikal, hingga perang informasi yang dapat memecah belah persatuan rakyat Indonesia. Oleh sebab itu, BIN dituntut untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperkuat teknologi intelijen, serta membangun pola kerja yang lebih profesional, adaptif, dan responsif terhadap perkembangan zaman.

    Muhammad Mas’ud Silalahi juga menyoroti pentingnya menjaga kepercayaan publik terhadap lembaga intelijen negara. 

    Menurutnya, BIN harus tetap berdiri sebagai institusi yang bekerja demi kepentingan bangsa dan negara di atas segala kepentingan kelompok maupun politik praktis.

    “BIN harus semakin profesional, objektif, dan independen dalam menjalankan tugas negara. 
    Loyalitas utama intelijen adalah kepada bangsa dan merah putih. Ke depan, BIN harus mampu menjadi institusi intelijen yang kuat namun tetap humanis, modern tetapi tetap berpihak pada kepentingan rakyat dan keamanan nasional,” tegasnya.

    Selain itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung peran strategis BIN dalam menjaga keamanan negara. 

    Menurutnya, keamanan nasional bukan hanya tanggung jawab aparat semata, tetapi juga membutuhkan partisipasi seluruh masyarakat dalam menjaga persatuan, kerukunan, serta stabilitas sosial politik bangsa.

    Dalam peringatan HUT BIN ke-80 Tahun ini, Muhammad Mas’ud Silalahi berharap BIN terus memperkuat sinergi dengan TNI, Polri, pemerintah daerah, akademisi, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen bangsa guna menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.

    “Semoga di usia ke-80 Tahun ini, Badan Intelijen Negara semakin tangguh, profesional, terpercaya, serta mampu menjadi garda terdepan dalam menjaga kedaulatan dan masa depan Indonesia menuju bangsa yang maju, aman, dan bermartabat,” tutupnya. (red)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini