• Jelajahi

    Copyright © RADAR HUKUM
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Tokoh Pemuda Binjai Alan Pane Minta agar Presiden Prabowo menarik Indonesia dari BOP

    REDAKSI
    Jumat, 06 Maret 2026, Maret 06, 2026 WIB Last Updated 2026-03-07T05:32:37Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

    radarhukum.site, BINJAI – Tokoh pemuda Binjai, Alan Pane, meminta pemerintah pusat agar mempertimbangkan untuk menarik Indonesia dari keanggotaan BOP. Menurutnya, langkah tersebut perlu dilakukan demi menjaga kedaulatan dan konsistensi sikap politik luar negeri Indonesia.

    Alan Pane menyampaikan bahwa kepercayaan terhadap negara-negara tertentu dalam forum internasional perlu dipertimbangkan secara hati-hati, khususnya terhadap negara yang dinilai memiliki rekam jejak politik yang tidak sejalan dengan kepentingan bangsa Indonesia.

    “Jangan terlalu percaya kepada Amerika Serikat dan Israel. Bahkan sejak zaman nabi-nabi, bangsa Bani Israel dikenal kerap berkhianat kepada para nabinya, apalagi kepada manusia biasa seperti kita,” ujar Alan dalam keterangannya kepada media.

    Ia menilai pemerintah Indonesia harus mengambil sikap tegas dalam setiap kerja sama internasional, terutama yang berkaitan dengan kepentingan geopolitik dan kemanusiaan. Menurutnya, kebijakan luar negeri Indonesia seharusnya tetap berlandaskan pada prinsip bebas aktif serta berpihak pada keadilan dan kemanusiaan.

    Selain itu, Alan juga mengingatkan bahwa masyarakat Indonesia, khususnya generasi muda, harus lebih kritis dalam melihat dinamika politik global. Ia menilai dukungan terhadap bangsa-bangsa yang tertindas harus tetap menjadi bagian dari komitmen moral bangsa.

    “Indonesia sejak dulu dikenal sebagai negara yang konsisten membela keadilan dan kemerdekaan bangsa lain. Karena itu, setiap keputusan yang menyangkut hubungan internasional harus benar-benar mempertimbangkan nilai tersebut,” katanya.

    Alan berharap pemerintah pusat dapat mengevaluasi kembali keterlibatan Indonesia dalam berbagai forum atau kerja sama internasional yang dinilai berpotensi merugikan kepentingan nasional.

    Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mengawal kebijakan luar negeri Indonesia agar tetap berpihak pada kepentingan rakyat serta menjaga martabat bangsa di mata dunia.

    (Redaksi)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini