• Jelajahi

    Copyright © RADAR HUKUM
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Muhammad Mas'ud Silalahi: "Selamat atas Pelantikan Rektor Baru Universitas Syiah Kuala Periode 2026–2031"

    REDAKSI
    Selasa, 10 Maret 2026, Maret 10, 2026 WIB Last Updated 2026-03-10T19:35:14Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini
    RADARHUKUM.SITE, BANDA ACEH — Aktifis Sosial dan Pecinta dunia pendidikan Muhammad Mas’ud Silalahi, S.Sos, Pengasuh Rumah Qur’an dan Peradaban, menyampaikan ucapan selamat dan harapan besar kepada Prof. Dr. Mirza Tabrani, S.E., M.B.A., D.B.A atas amanah jabatan barunya sebagai Rektor Universitas Syiah Kuala (USK) untuk periode 2026–2031. Rabu, (11/03/26).

    Ucapan tersebut disampaikan sebagai bentuk dukungan moral sekaligus harapan agar kepemimpinan baru di USK mampu membawa kemajuan yang lebih luas bagi dunia pendidikan tinggi Indonesia, khususnya di wilayah Aceh.

    Menurut Mas’ud Silalahi, kepemimpinan universitas tidak semata-mata bersifat administratif atau manajerial, tetapi juga memiliki dimensi historis, intelektual, dan peradaban. Ia menilai bahwa posisi Rektor merupakan pilar strategis dalam menentukan arah masa depan ilmu pengetahuan, riset, serta pembentukan karakter generasi bangsa.

    “Universitas bukan hanya ruang belajar, melainkan benteng intelektual yang melindungi umat manusia dari kebodohan, kekacauan, dan kehancuran moral. Oleh karena itu, kepemimpinan Rektor memiliki tanggung jawab historis untuk menjaga marwah ilmu pengetahuan sekaligus menuntun arah peradaban,” ujar Mas’ud.

    Warisan Sejarah dan Peran Strategis USK

    Sebagai salah satu perguruan tinggi paling berpengaruh di kawasan Sumatra, Universitas Syiah Kuala memiliki sejarah panjang dalam pembangunan sumber daya manusia di Aceh dan Indonesia. Kampus yang berdiri pada 2 September 1961 ini lahir dari cita-cita besar masyarakat Aceh untuk menghadirkan pusat pendidikan tinggi yang mampu melahirkan generasi unggul dan berintegritas. 

    Sejak awal berdirinya, USK dikenal sebagai “Jantung Hati Rakyat Aceh”, sebuah simbol bahwa universitas ini bukan sekadar institusi akademik, melainkan pusat harapan dan kebangkitan intelektual masyarakat Aceh. 

    Dengan puluhan ribu mahasiswa dan berbagai fakultas strategis, USK telah berperan penting dalam melahirkan ilmuwan, birokrat, teknokrat, dan pemimpin nasional. 

    Dalam perkembangan mutakhir, USK juga terus memperkuat posisinya sebagai perguruan tinggi riset yang berorientasi pada integrasi ilmu pengetahuan, teknologi, serta nilai-nilai moral dan kemanusiaan.

    Kepemimpinan Akademik Prof. Mirza Tabrani

    Mas’ud Silalahi menilai bahwa terpilihnya Prof. Dr. Mirza Tabrani sebagai Rektor merupakan momentum penting bagi USK untuk melangkah menuju era baru kepemimpinan akademik yang visioner.

    Sebagai akademisi dengan latar belakang pendidikan ekonomi dan manajemen internasional, Prof. Mirza dikenal memiliki kapasitas keilmuan yang kuat serta pengalaman panjang dalam dunia akademik, penelitian, dan organisasi pendidikan tinggi. Gelar akademik yang dimilikinya—S.E., M.B.A., hingga D.B.A.—menunjukkan kedalaman perspektif ilmiah sekaligus kemampuan manajerial yang dibutuhkan dalam memimpin sebuah universitas besar.

    Dalam berbagai aktivitas akademik dan organisasi sebelumnya, Prof. Mirza juga dikenal aktif mendorong penguatan tata kelola universitas modern, pengembangan riset inovatif, serta peningkatan jejaring akademik nasional dan internasional.

    Mas’ud meyakini bahwa kombinasi antara kapasitas intelektual, pengalaman kepemimpinan, serta integritas moral yang dimiliki Prof. Mirza akan menjadi modal besar bagi USK untuk semakin maju.

    Harapan bagi Masa Depan

    Dalam pernyataannya, Mas’ud Silalahi juga menyampaikan doa dan harapan agar kepemimpinan baru ini mampu membawa USK menjadi salah satu pusat keilmuan paling berpengaruh di Indonesia.

    Ia berharap USK ke depan tidak hanya menjadi institusi pendidikan tinggi yang unggul secara akademik, tetapi juga menjadi laboratorium peradaban yang melahirkan para ilmuwan, pemikir, dan pemimpin masa depan yang mampu memberikan kontribusi bagi kemajuan umat manusia.

    “Semoga kepemimpinan baru di bawah Prof. Mirza Tabrani mampu membawa Universitas Syiah Kuala menjadi kampus yang lebih maju, unggul, dan terdepan. Bukan hanya dalam melahirkan sarjana, tetapi juga dalam membentuk peradaban ilmu yang memberi jalan keselamatan bagi bangsa dan negara,” tutupnya.

    Redaksi : Dr. Muhammad Danil Siregar, M.Pd
    Editor : Ivan Suadi, M.Sos
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini