• Jelajahi

    Copyright © RADAR HUKUM
    Best Viral Premium Blogger Templates

    KPUM Tetapkan Fathi Farich Hasibuan sebagai Ketua DEMA U UIN Sumatera Utara Periode 2026–2027

    REDAKSI
    Sabtu, 07 Maret 2026, Maret 07, 2026 WIB Last Updated 2026-03-07T16:05:52Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini
    radarhukum.site, Medan — Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPUM) Universitas Islam Negeri Sumatera Utara telah melaksanakan proses pemilihan Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa Universitas (DEMA U) UIN Sumatera Utara untuk periode 2026–2027 pada Rabu, 4 Maret 2026.

    Dalam proses tersebut, Fathi Farich Hasibuan resmi terpilih sebagai Ketua DEMA U UIN Sumatera Utara periode 2026–2027 melalui mekanisme aklamasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam forum pemilihan mahasiswa tingkat universitas.

    Agenda pemilihan ini turut dihadiri oleh sejumlah pimpinan biro kampus sebagai bentuk dukungan terhadap proses demokrasi mahasiswa di lingkungan UIN Sumatera Utara, di antaranya Wakil Rektor III UIN Sumatera Utara, Prof. Dr. Katimin, M.A, Wakil Dekan III Fakultas Kesehatan Masyarakat, Dr. Irwansyah, S.H., M.H, Wakil Dekan III Fakultas Sains dan Teknologi, Prof. Dr. Achyar Zein, M.Ag, serta Wakil Dekan III Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Dr. Muhammad Rifa’i, M.Pd.

    Proses pemilihan berlangsung dengan tertib, kondusif, dan penuh nuansa kekeluargaan, mencerminkan semangat demokrasi mahasiswa yang menjunjung tinggi musyawarah, persatuan, serta kebersamaan dalam menentukan arah kepemimpinan organisasi mahasiswa tingkat universitas.

    Terpilihnya Fathi Farich Hasibuan diharapkan mampu membawa DEMA U UIN Sumatera Utara menjadi pusat gerakan mahasiswa yang lebih progresif, intelektual, dan strategis, sekaligus memperkuat peran mahasiswa sebagai penyampai aspirasi serta mitra konstruktif dalam kemajuan kampus dan masyarakat.

    Dalam kesempatan tersebut, Fathi Farich Hasibuan menyampaikan bahwa proses demokrasi mahasiswa bukan sekadar tentang menang atau kalah, melainkan tentang membangun kebersamaan untuk tujuan yang lebih besar.

    “Dalam kontestasi kita mungkin bertanding, tetapi setelahnya kita harus bersanding. Karena pada akhirnya, perjuangan mahasiswa bukan tentang siapa yang berdiri paling depan, tetapi tentang bagaimana kita berjalan bersama membawa perubahan,” ungkapnya.

    Ia juga menegaskan bahwa kepemimpinan mahasiswa harus dibangun di atas nilai kekeluargaan, persatuan, dan semangat kolektif dalam menghadirkan gerakan yang berdampak.

    “DEMA U bukan milik satu kelompok, bukan pula milik satu orang. Ini adalah rumah besar mahasiswa UIN Sumatera Utara. Di rumah ini kita belajar saling menguatkan, saling merangkul, dan saling melengkapi demi tujuan yang sama,” tambahnya.

    Dengan semangat kepemimpinan “Memimpin dengan hati, mengubah dengan aksi,” Fathi mengajak seluruh elemen mahasiswa untuk bersama-sama membangun gerakan mahasiswa yang lebih hidup, solutif, dan bermakna.

    “Perubahan tidak lahir dari kata-kata semata, tetapi dari keberanian untuk bergerak. Dan gerakan besar tidak pernah lahir dari satu orang saja, melainkan dari banyak hati yang memiliki tujuan yang sama,” ujarnya.

    Kepengurusan DEMA U UIN Sumatera Utara periode 2026–2027 diharapkan dapat menjadi ruang kolaborasi yang memperkuat intelektualitas, solidaritas, serta semangat pengabdian mahasiswa bagi kampus, umat, dan bangsa.

    (Redaksi)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini