masukkan script iklan disini
radarhukum.site, Dairi - 10 Februari 2026
Sejumlah siswa SMK HKBP Sidikalang, Kabupaten Dairi, dilaporkan mengalami dugaan keracunan makanan setelah mengonsumsi makanan yang disalurkan melalui dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Peristiwa ini menimbulkan kepanikan di lingkungan sekolah serta kekhawatiran di tengah orang tua dan masyarakat.
Informasi yang dihimpun menyebutkan para siswa mengalami gejala seperti mual, muntah, pusing, dan diare usai mengonsumsi makanan tersebut. Beberapa siswa harus mendapatkan penanganan medis di fasilitas kesehatan terdekat.
Hingga rilis ini disampaikan, pihak terkait masih melakukan pendataan jumlah siswa terdampak serta penelusuran penyebab kejadian.
Menanggapi insiden tersebut, Arifatullah Manik, aktivis mahasiswa Dairi, menilai kejadian ini sebagai peringatan serius terhadap lemahnya pengawasan dalam pelaksanaan program MBG.
“Program MBG adalah program yang sangat baik secara konsep, tetapi kejadian keracunan makanan ini menunjukkan bahwa aspek pengawasan, kebersihan, dan standar keamanan pangan masih sangat lemah.
Jangan sampai program yang bertujuan menyehatkan justru membahayakan keselamatan siswa,” tegas Arifatullah Manik.
Ia juga mendesak pemerintah daerah dan instansi terkait untuk tidak menutup-nutupi fakta di lapangan serta segera menyampaikan hasil investigasi kepada publik.
“Pemerintah daerah dan pemilik yayasan pengelolaan dapur MBG harus bertindak cepat, transparan, dan bertanggung jawab. Evaluasi dapur MBG harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari bahan baku, proses pengolahan, hingga distribusi. Keselamatan siswa tidak boleh dikompromikan,” tambahnya.
Kejadian ini menjadi perhatian serius karena program MBG menyasar langsung peserta didik sebagai kelompok rentan. Oleh karena itu, penguatan sistem pengawasan, pelatihan pengelola dapur, serta kontrol kualitas makanan dinilai mendesak agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.
Masyarakat berharap insiden ini menjadi momentum evaluasi total pelaksanaan program MBG di Kabupaten Dairi, sehingga tujuan meningkatkan gizi dan kesehatan siswa dapat benar-benar terwujud tanpa mengorbankan keselamatan.
(Red. F. Lubis)


