masukkan script iklan disini
Di bawah cahaya lampu yang menggantung seperti bintang-bintang doa,
dua hati duduk berdampingan,
menyatukan hangat dalam satu peluk yang sederhana namun abadi.
Muhammad Mas’ud Silalahi,
engkau adalah teduh di setiap lelah,
senyum yang menenangkan badai,
genggaman yang tak pernah goyah meski dunia berisik di luar sana.
Triyadita Adelina Lubis,
engkau cahaya yang lembut di matanya,
doa yang berbalut kasih,
rumah yang selalu ia rindukan dalam setiap langkah.
Di antara canda dan secangkir manis yang berbuih,
cinta mereka tumbuh tanpa suara,
namun terasa hingga ke langit.
Pelukan di bahu itu bukan sekadar sentuhan,
ia adalah janji—
bahwa hari esok akan dilalui bersama,
bahwa luka akan disembuhkan dengan sabar,
bahwa bahagia akan dirayakan dalam syukur.
Wahai Muhammad Mas’ud Silalahi dan Triyadita Adelina Lubis,
semoga cinta kalian tetap menyala
seperti lampu-lampu hangat di atas kepala,
tak redup oleh waktu,
tak pudar oleh jarak,
tak goyah oleh ujian.
Biarlah dunia menjadi saksi,
bahwa dua hati yang saling memilih setiap hari
akan selalu menemukan jalan pulang—
dalam doa,
dalam peluk,
dalam cinta yang tak pernah selesai.
Penulis : ChatGPT
Photo : AI Editor


