masukkan script iklan disini
Jakarta — 15 Februari 2026, Penguatan ekonomi perdesaan menjadi fokus utama baru Rakeyan Nuswajati Bezie Galih Manggala setelah resmi dipercaya mengemban amanat sebagai Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang II – Peningkatan Ekonomi Masyarakat Perdesaan pada Majelis Kesejahteraan Nasional Asosiasi Pelaku Usaha Desa Seluruh Indonesia (MKN APUDSI).
Penetapan tersebut berlangsung dalam rangkaian Hari Ulang Tahun ke-1 dan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) APUDSI, Jumat, 14 Februari 2026, di Jakarta. Jabatan baru ini melanjutkan peran Bezie sebelumnya sebagai Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang I – Sumber Daya Manusia dan Pengembangan Desa untuk periode Februari 2025–Februari 2026.
Transisi Strategis: Dari Penguatan SDM ke Mesin Ekonomi Desa
Peralihan mandat dari pengembangan SDM ke penguatan ekonomi dinilai sebagai langkah strategis organisasi. Setelah fondasi kapasitas manusia desa diperkuat, APUDSI kini mendorong aktivasi mesin pertumbuhan ekonomi berbasis produksi, akses pasar, pembiayaan, dan jejaring usaha.
“Desa tidak membutuhkan belas kasihan. Desa membutuhkan sistem. Produksi, akses pasar, pembiayaan, dan jejaring global harus terhubung secara berkelanjutan,” ujar Bezie dalam forum tersebut.
Rekam Jejak Lintas Sektor dan Global
Penunjukan Bezie dinilai tidak terlepas dari rekam jejaknya yang membentang lintas sektor—mulai dari budaya, olahraga, komunikasi global, pelatihan kepemimpinan, hingga strategi investasi dan teknologi.
Ia dikenal sebagai figur yang aktif dalam pengembangan kapasitas desa dan UMKM melalui berbagai inisiatif pelatihan dan platform pemberdayaan. Di tingkat internasional, Bezie juga memiliki pengalaman dalam forum bisnis, debat global, serta diplomasi budaya dan spiritual lintas negara.
Di sektor korporasi dan teknologi, pengalamannya sebagai penasihat strategis dan pimpinan eksekutif memperkuat perspektifnya dalam membangun ekosistem ekonomi berbasis aset riil dan komunitas.
Fokus Mandat: Sistem Ekonomi Desa Berkelanjutan
Dalam perannya di MKN APUDSI Bidang II, Bezie menegaskan komitmennya untuk mendorong ekonomi desa yang terintegrasi secara sistemik—menghubungkan petani, pelaku usaha desa, koperasi, BUMDes, hingga investor dan pasar nasional maupun global.
Pendekatan ini menempatkan desa bukan sebagai objek pembangunan, melainkan subjek dan simpul pertumbuhan ekonomi nasional.
Kepemimpinan Desa di Tengah Dinamika Global
Di tengah ketidakpastian ekonomi global, APUDSI menilai Indonesia membutuhkan model kepemimpinan desa yang mampu membaca sistem, bukan sekadar menjalankan program jangka pendek. Dengan latar belakang yang menjangkau akar rumput hingga forum internasional, Bezie diharapkan mampu menjembatani kepentingan lokal dengan logika ekonomi global.
Mandat baru ini menandai babak lanjutan konsolidasi peran Bezie dalam pembangunan desa—dengan satu arah yang jelas: menjadikan desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi nasional yang berdaya saing dan terhubung dengan dunia.


