• Jelajahi

    Copyright © RADAR HUKUM
    Best Viral Premium Blogger Templates
    banner

    Iklan


     

    Hakim PN Binjai Dituding Tak Menganalisa Surat Tanda Terima Uang Tertanggal 05 Juni 1995 Diduga Palsu.

    MEDIA ONLINE NASIONAL
    Senin, 09 Februari 2026, Februari 09, 2026 WIB Last Updated 2026-02-10T06:43:32Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini
    radarhukum.site, BINJAI - Tiopan Tarigan SH Pengacara Tama Ulina Sitepu (Tama) anak angkat sebatang kara, melaporkan dugaan ketidakprofesionalan 3 hakim Pengadilan Negeri (PN) Binjai.

    Pengacara kondang ini kembali menyurati Badan Pengawas (Bawas) Mahkamah Agung RI 23 Januari 2026 yang isinya bahwa majelis hakim PN Binjai harus menganalisa dan melihat Kebenaran Formil atas surat tanda terima uang jual beli tanah, tertanggal 05 Juni 1995 (bukti P-5).

    BINJAI- Surat itu menggunakan materai 2.000 yang belum ada dasar hukum Teknisnya dari Dirjen Pajak dan dasar hukum saja 27 Juni 1995,SE Dirjen Pajak tersebut sebagai Dasar Hukum Teknisnya, belum di Desain Oleh Dirjen Pajak, belum dicetak oleh Peruri belum diedarkan oleh Kantor Pos.Pengacara membuat pengaduan atas 3 Hakim PN Binjai karena mereka mengaku bahwa bukti dokumen surat tanda terima uang jual beli tanah (P-5) tidak dianalisa secara hukum kebenaran formil dan diduga melanggar kode etik profesi hakim.

    “Artinya, 3 oknum Hakim PN Binjai menyebut bahwa surat tanda terima uang jual beli tanah, tertanggal 05 Juni 1995 secara formil benar secara hukum.Artinya, 3 oknum Hakim PN Binjai menyebut bahwa surat tanda terima uang jual beli tanah, tertanggal 05 Juni 1995 secara formil benar secara hukum.
    Mereka telah mengutip/mengambil bahan baku yang busuk/cacat demi hukum lalu dimasukkan dalam pertimbangan Yuridis, maka hasil pertimbangan akan menjadi busuk/cacat demi hukum dan tanpa menilai bukti yang kami sajikan di bukti T-25 dan T-26,” tambahnya.Atas itulah, Tiopan menyebut pertimbangan yuridis tersebut menjadi busuk atau cacat demi hukum dan 3 Hakim PN Binjai tersebut lalai, tidak Profesional dan melanggar kode etik profesi hakim.

    “Surat tanda terima uang jual beli tanah, tertanggal 05 Juni 1995 (P-5) kami duga cacat demi hukum/palsu, tapi hakim menganggap itu tidak cacat demi hukum/palsu,” tuturnya.

    Surat Bawas Mahkamah Agung RI No: 161/BP/PW 1.1.1/2026 tertanggal 14 Januari 2026 yang muncul, Tiopan mengaku tidak keberatan atas pertimbangan Yuridis sesuai dengan Pasal 16 ayat (2) huruf e Peraturan Mahkamah agung RI No: 9 Tahun 2016.Tapi keberatan kami adalah bahan baku pertimbangan Yuridis yang berasal dari bahan busuk, cacat demi hukum/zalim, sehingga kami bermohon kepada Ketua Mahkamah Agung dan Kepala Badan Pengawasan Mahkamah Agung RI membuka dan menganalisa kembali pengaduan kami dan menjatuhkan hukuman berat,” tegasnya.Menurut pendapat Tiopan, ada dugaan.Kemudian, bahwa bukti dalam. P-4 dan bukti P-5 luas tanah 2.278 M² yang diajukan penggugat, sedangkan objek sengketa tanah luasnya 2.216 M².

    “Kami membuat pengaduan pelanggaran kode etik karena hakim mengambil bukti P-5 yang busuk atau cacat demi hukum. Seharusnya hakim secara Yuridis bisa menganalisa dan menilai bukti P-5 dan seharusnya hakim mengesampingkan bukti tersebut dan menolak serta menyimpulkan penggugat dan penjual beritikat jahat atau berkonspirasi jahat,” tegasnya.Tiopan juga merasa sedih dengan 3 hakim PN Binjai yang tidak bisa melihat dan menilai secara Yuridis atas surat kebernaran Formil P-5 (Dasar hukum materai 2.000 dan belum beredadar di Masyarakat) maka surat diduga cacat demi hukum/palsu tersebut.
    Padahal, Hakim berpengetahuan hukum dan sebagai wakil Tuhan.Dimana surat jual beli 5 Juni 1995 (P-5) itu dengan kasat mata, orang awam dan mudah diketahui masyarakat dan publik, apakah kurang sejahtera lagi hakim dimana gaji hakim seluruh Indonesia dinaikkan 280% oleh bapak Presiden Prabowo Subianto,” tambahnya.

    Selain itu, Tiopan juga sudah melaporkan RMS (penggugat) dan MS sosok penjual dalam surat tanda terima uang jual beli tanah, tertanggal 05 Juni 1995 sesuai dengan Laporan Polisi No: STTLP/B/917/VI/2025/SPKT/Polda Sumut tanggal 12 Juni 2025.

    Dalam SP2HP No: B/1640/VII/2025/Ditreskrimum, tanggal 31 Juli 2025 dan akan memeriksa Sry Winda Astika Br.Sitepu Amd dan Fitri Widia Astuti (Staf Notaris).Kami harapkan Bawas Mahkamah Agung dan KY kembali menganalisa pengaduan kami secara objektif, karena surat tanda terima uang jual beli tanah, tertanggal 05 Juni 1995 itu tidak ada dasar hukumnya dan cacat hukum. Tapi malah dimenangkan oleh Hakim Pengadilan Binjai,” terangnya.

    (Red. D. Lubis)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Tag Terpopuler

    Hukum (75) Nasional (50) Medan (30) Binjai (6) Daerah (6) Tokoh (5) Langkat (4) Redaksi (4) Aceh (3) HMI (3) Hari Lahir Pancasila (3) MEDAN (3) gni (3) kakorlantas polri (3) BBM (2) BNN (2) DESALAMPISANG (2) GNI (2) HUKUM (2) KKN (2) KNPI (2) Kriminal (2) Narkoba (2) PENDIDIKAN (2) SMAN 7 MEDAN (2) SUMUT (2) Sosial (2) Sumut (2) USK (2) #BNNP #Sumut #Narkoba #Hukum (1) #HUT #TIDAR #SUMUT #INDONESIA #POLITIK #SOSIAL (1) #Hukum #Agama #Politik #Islam (1) #hukum #politik #narkoba (1) #kadisdik #labuhanbatu (1) #opini #publik #politik #hukum #kpk #langkat #sumut (1) #politik #hukum (1) #politik #hukum #sosial (1) ACEHBESAE (1) ACEHBESAR (1) API (1) Aceh Tamiang (1) Aktivis HMI (1) Alor (1) BAHAYA LATEN (1) BANGSA (1) BEBAS (1) BGN (1) BNNP Sumut (1) Bahaya Laten (1) Bencana (1) Biaya (1) CANDU NEGATIF (1) Dairi (1) Dakwah (1) Edukasi (1) Ekonomi Masyarakat Perdesaan (1) GENERASI (1) Gratifikasi (1) Huntap (1) INDONESIA (1) IYE (1) Indonesia (1) Islamiyah (1) Jakarta (1) KAHMI LABUHANBATU SELATAN (1) KAHMI MEDAN (1) KARAKTER (1) Kadis DLH (1) Kapolda (1) Kapolres (1) Kapolri (1) Kemenag (1) Korban Bencana (1) Korupsi (1) Kuala Simpang (1) Labahunbatu (1) Langka (1) Laporan Polisi (1) MAHASISWA (1) MAHASISWI (1) MBG (1) MKN APUDSI (1) MUDA (1) MUI (1) Mahasiswa (1) Mataram (1) Milad (1) NARKOBA (1) NARKOTIKA (1) NASIONAL (1) Narkotika (1) Pematangsiantar (1) Pemuda Pancasila (1) Pengawasan (1) Polemik HGU (1) Politik (1) Polres (1) Program MBG (1) Pujakesuma (1) Pusat (1) REKTOR (1) Rakeyan Nuswajati Bezie Galih Manggala (1) SELAMATKAN (1) SENAT (1) SOSIAL (1) SUMATERA UTARA (1) Sosial - Politik - Agama (1) Sumatera (1) Tamiang (1) Tanah (1) Tanah Rencong (1) Tipu Gelap (1) Transformasi Humanis (1) UNIMED (1) UNIVERSITASSYAHKUALA (1) agus suryonugroho (1) akbar himawan bukhori (1) aksi jilid ll (1) apii (1) armed (1) banjir sumatera (1) bantuan bencana (1) cendikiawan muslim (1) dema uinsu (1) desak periksa rektor (1) diskusi publik (1) dukung polri (1) figur inklusif (1) gelar doktor (1) hasyim se (1) icmi (1) irjen pol agus (1) irjen pol agus suryonugroho (1) jabodetabek (1) kakorlantar polri (1) kejaksaan agung (1) kepala BGN (1) kepentingan masyarakat (1) kepercayaan publik (1) kompolnas (1) korps lalu lintas (1) korupsi batu bara (1) mahasiswa (1) makan bergizi gratis (1) mobil mbg tabrak siswa (1) ngaji ai (1) opini liar (1) pemikiran cak nur (1) pemimpin medan (1) polisi humanis (1) polri (1) polri humanis (1) presiden prabowo (1) ramadhan (1) reformasi polri (1) rektor uinsu (1) sambut ramadhan (1) siswa (1) transformasi polri (1) uinsu (1) univ paramadina (1) yayasan al azhar (1)