• Jelajahi

    Copyright © RADAR HUKUM
    Best Viral Premium Blogger Templates

    GROUNDBREAKING RUMAH TAHFIZ QUR'AN HAJI SUGIAT SANTOSO : MEREKA YANG DI LANTIK LANGIT SEBAGAI "KHALIFAH FIL ARD" MESTI MEMBERIKAN SETORAN KE LANGIT SEBAGAI MAHAR PENOLAK BALA, BENCANA DAN MUSIBAH

    REDAKSI
    Senin, 02 Februari 2026, Februari 02, 2026 WIB Last Updated 2026-02-02T15:40:20Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini
    radarhukum.site, SIMALUNGUN - Groudbreaking Rumah Tahfiz Qur'an Haji Sugiat Santoso yang di buat bukan semata-mata hanya membangun gedung dan menabalkan nama pada batu prasasti melainkan disana ada "Kode" yang mengisyaratkan tentang bagaimana seorang "Pemimpin" di muka bumi memberikan setorannya kepada "Langit" sebagai mahar penolak bala, bencana dan musibah.

    Acara di gelar di Pondok Persulukan Serambi Babussalam Simalungun yang di hadiri oleh para Pejabat Daerah Bupati dan Wakil Bupati Simalungun, Walikota dan Wakil Walikota P. Siantar, Wakil Bupati Asahan, Pejabat DPR RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kab/Kota di Sumut, Siantar dan Simalungun.

    Turut hadir juga Pejabat DPRD Kota Binjai, DPRD Langkat, Ketua Komisioner KPU Tapsel, Wakabinda Sumut, Pejabat TNI - Polri, Ketua MUI Kab. Simalungun, BKPRMI Siantar dan Simalungun, Tokoh Pemuka Agama, Tokoh Masyarakat, Putra Mahkota Sultan Langkat dan Pengusaha dari berbagai daerah di Sumut. Minggu, (02/01/26).

    Peletakan Batu Pertama di pandu langsung oleh Tuan Guru Batak Syech Dr. H. Ahmad Sabban el-Rahmaniy Rajagukguk., M.A untuk mengambil berkah pada acara.

    Kegiatan berlangsung penuh dengan khidmad dan kesejukan di hati, setelah peletakan batu pertama kegiatan dilanjut oleh Pengajian Isra' Mi'raj di Aula Pengajian Pondok Persulukan Serambi Babussalam Simalungun dan setelah selesai pengajian dilanjutkan membagi-bagikan sembako amanah dari Haji Sugiat Santoso yang untuk dibagikan kepada para jamaah dan masyarakat sekitar Pondok Persulukan.

    Dalam pesan-pesan pidato, Tuan Guru Batak Syech Dr. Ahmad Sabban el-Rahmaniy Rajagukguk., M.A menyinggung soal peradaban kode.

    Kata TGB, peradaban yang tertinggi adalah peradaban kode, dimana para Nabi, Revolusioner dan Tokoh Besar Dunia menggunakan kode-kode dalam menjalankan aktifitasnya.

    Sementara itu, Haji Sugiat Santoso dalam pidatonya mengatakan ini adalah perniagaan kepada Allah dan transaksi kita sebagai hamba yang bersyukur. 

    Haji Sugiat Santoso juga berkomitmen untuk terus konsisten membangun peradaban ummat dan terus mengabdikan diri kepada Allah sebagai hamba sahaya. 

    Saya mengamalkan pesan Tuan Guru untuk terus berbuat baik kepada makhluk, menggunakan jabatan untuk kepentingan ummat, membangun fasilitas pendidikan, mengumrohkan orang-orang terdekat dan membagi-bagikan sembako kepada masyarakat sebagai amal yang bisa menolak bala, petaka dan kehancuran. Ujar Sugiat Santoso Wakil Ketua Komisi XIII 

    Bupati Simalungun Dr. H. Anton Saragih saat memberikan pidatonya  mengatakan, saya cemburu dengan kebaikan yang dibuat Haji Sugiat Santoso, kita semua mestinya juga cemburu karena ini adalah bentuk kebaikan. Yaitu kebaikan hubungan kepada manusia dan kebaikan hubungan kepada Allah pemilik alam semesta ini.

    Ditutup oleh Walikota P. Siantar Wesly Silalahi dalam penyampaian pidatonya mengatakan kegiatan ini sangat positif, baik dan penuh makna. Sangat erat hubungan antar sesama anak bangsa, pengawal kerukunan dan kebangsaan dan turut serta menghidupi pendidikan yang berkeadaban.

    Redaksi : Muhammad Mas'ud Silalahi., S.Sos
    Photo : Dokumen Panitia Acara
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini