DPW GNI Sumut Desak Pemerintah Pusat Menetapkan Status Bencana Nasional, Penanganan dan Pemulihan Bencana Harus Dilaksanakan Dengan Segera Di Sumatera Utara

REDAKSI
Jumat, 28 November 2025, November 28, 2025 WIB Last Updated 2025-11-28T17:05:51Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini
DPW GNI Sumut Desak Pemerintah Pusat Menetapkan Status Bencana Nasional, Penanganan dan Pemulihan Bencana Harus Dilaksanakan Dengan Segera Di Sumatera Utara

Medan, Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah Generasi Negarawan Indonesia Sumatera Utara mendesak Pemerintah Pusat untuk menetapkan status bencana Nasional di Sumatera Utara.

Kita ketahui Bersama, beberapa lalu di Provinsi kita ini sedang mengalami bencana Alam longsor dan banjir bandang yang melanda beberapa kabupaten/kota di Sumut ini yakni,  Mandailing Natal, Tapanuli Utara, Sibolga, Tapanuli Utara, Nias Selatan , Pakpak Bharat, Padangsidimpuan, Medan, Deli Serdang, Binjai dan Langkat. “Katanya 

Kita sangat prihatin akan kondisi yang menimpa Saudara kita disana, akses jalan utama banyak yang terputus diakibatkan longsor, terutama di Tapteng, Taput serta Tapsel. Sehingga Masyarakat disana tidak bisa melaksanakan aktivitasnya seperti sediakala, untuk itu ia meminta Pemerintah untuk mendistribusikan penyaluran Sembako, minuman, obat-obatan kepada korban disana. “Lanjutnya

Fahmi Huseini Lubis yang juga warga Kota Medan menyampaikan, mulai kamis pagi juga di medan banyak lokasi yang terdampak banjir karena luapan air sungai deli debitnya yang meningkat mengakibatkan sungai tidak mampu menampung air itu sehingga terjadi banjir di Kota Medan. Jelasnya

Harapan Penetapan status darurat nasional oleh Presiden Republik Indonesia Bapak Prabowo Subianto akan memberikan kewenangan lebih besar kepada BNPB yang diberi tugas menangani bencana untuk terlibat langsung dalam penanggulangan bencana yang belum pernah terjadi sebelumnya di wilayah Sumut, kita berharap langkah cepat dari pemerintah pusat melalui penetapan status darurat nasional, memudahkan proses evakuasi, distribusi logistik, serta rehabilitasi pasca-bencana dapat berjalan lebih optimal. “Tandasnya (red)
Komentar

Tampilkan

Terkini