masukkan script iklan disini
RADARHUKUM SITE | BINJAI, 14 Juli 2026 - Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yang terjadi dalam beberapa hari terakhir di Kota Binjai terus menjadi sorotan publik. Kondisi tersebut dinilai tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga berpotensi memicu gejolak ekonomi karena BBM merupakan salah satu penopang utama distribusi kebutuhan pokok.
Di tengah persoalan tersebut, Ketua DPD KNPI Kota Binjai, Randi Permana, S.AP, menyoroti kondisi yang menurutnya sangat ironis. Ia menilai kelangkaan BBM justru berbanding terbalik dengan semakin maraknya peredaran narkoba di Kota Binjai.
Menurut Randi, di tengah kesulitan masyarakat mendapatkan BBM bersubsidi, justru semakin banyak titik-titik yang diduga menjadi lokasi peredaran maupun barak narkoba. Kondisi itu, katanya, bahkan telah memunculkan ungkapan yang berkembang di tengah masyarakat.
"Sekarang muncul istilah di masyarakat, BBM susah didapat di Binjai, tetapi narkoba justru mudah didapat. Ini menjadi ironi yang sangat memprihatinkan," ujarnya.
Randi mengatakan, apabila kondisi tersebut terus dibiarkan tanpa langkah penindakan yang serius, maka ancaman terhadap masa depan generasi muda Kota Binjai akan semakin besar.
Ia menegaskan bahwa pemberantasan narkoba harus menjadi prioritas seluruh aparat penegak hukum.
Sebagai organisasi kepemudaan yang menghimpun 41 Organisasi Kepemudaan (OKP/OKI) di Kota Binjai, DPD KNPI Binjai menyatakan tidak akan tinggal diam apabila peredaran narkoba terus meningkat.
Menurutnya, KNPI bersama elemen pemuda siap mengambil langkah-langkah konstitusional, termasuk menggelar aksi massa dalam skala besar sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan masyarakat dan generasi muda.
"Kami tidak menutup kemungkinan akan melakukan aksi besar-besaran apabila kondisi ini terus dibiarkan. Ini bukan sekadar persoalan hukum, tetapi menyangkut masa depan Kota Binjai dan generasi mudanya," tegas Randi.
Dalam pernyataannya, Randi juga menyampaikan kritik terhadap kinerja Satuan Reserse Narkoba Polres Binjai. Ia menilai upaya pemberantasan narkoba belum menunjukkan hasil yang maksimal, mengingat masih maraknya dugaan peredaran narkoba dan bertambahnya titik-titik yang diduga menjadi barak narkoba di wilayah Kota Binjai.
KNPI Binjai berharap aparat penegak hukum segera mengambil langkah yang lebih tegas dan terukur dalam memberantas jaringan narkotika. Menurut organisasi tersebut, penanganan persoalan narkoba harus menjadi perhatian serius agar Kota Binjai tidak semakin terpuruk di tengah persoalan ekonomi yang juga sedang dihadapi masyarakat akibat kelangkaan BBM.
Hingga berita ini ditayangkan pihak redaksi belum berhasil mengkonfirmasi kepada aparat kepolisian di Kota Binjai. (red)







