masukkan script iklan disini
RADARHUKUM.SITE | Langkat - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Langkat menyoroti terjadinya kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di sejumlah SPBU di Kabupaten Langkat yang mengakibatkan antrean panjang dan mengganggu aktivitas masyarakat. Kondisi tersebut dinilai berpotensi menimbulkan dampak ekonomi yang lebih luas apabila tidak segera ditangani secara serius.
Ketua Umum HMI Cabang Langkat, M. Alfi Syahrin, menyampaikan bahwa pemerintah bersama pihak terkait harus segera memberikan kepastian kepada masyarakat mengenai penyebab kelangkaan BBM sekaligus memastikan distribusi kembali normal.
"Kelangkaan BBM bukan hanya persoalan distribusi, tetapi menyangkut hajat hidup masyarakat. Aktivitas ekonomi, transportasi, hingga pelayanan publik sangat bergantung pada ketersediaan bahan bakar. Karena itu, pemerintah tidak boleh membiarkan persoalan ini berlarut-larut," tegasnya.
Ia juga mendukung langkah koordinasi yang dilakukan berbagai pihak untuk mengatasi persoalan tersebut, namun meminta agar pemerintah lebih terbuka dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat sehingga tidak menimbulkan kepanikan maupun aksi pembelian berlebihan.
Selain itu, Alfi juga mendesak Pertamina bersama pemerintah daerah dan instansi terkait untuk segera memulihkan distribusi BBM serta melakukan pengawasan terhadap penyaluran agar pasokan benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan.
Menurutnya krisis pasokan BBM dapat berdampak pada meningkatnya biaya transportasi, terganggunya distribusi barang, serta berpotensi memicu kenaikan harga kebutuhan pokok apabila tidak segera diantisipasi.
(Redaksi)







