Iklan

HMI Binjai: Jangan Biarkan Revitalisasi Pasar Tavip Hanya Jadi Pajangan, Pedagang Kecil Masih Dikepung Asia King's Mart

MEDIA ONLINE NASIONAL
Kamis, 04 Juni 2026, Juni 04, 2026 WIB Last Updated 2026-06-04T09:40:28Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini
RADARHUKUM.SITE, BINJAI - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Binjai menyoroti keberadaan Asia King's Mart yang hingga saat ini masih beroperasi di kawasan yang sangat dekat dengan Pasar Tavip Kota Binjai. Sorotan tersebut muncul di tengah semangat revitalisasi Pasar Tavip yang baru saja dilakukan Pemerintah Kota Binjai sebagai upaya memperkuat ekonomi kerakyatan dan mengembalikan kejayaan pasar rakyat sebagai pusat aktivitas perdagangan masyarakat. (4/6).

Ketua Umum HMI Cabang Binjai, M. Dodi Setiawan Lbs, menilai bahwa revitalisasi pasar tidak boleh hanya dipahami sebagai pembangunan fisik semata. Menurutnya, keberhasilan revitalisasi harus mampu memberikan perlindungan dan ruang yang lebih kuat bagi pedagang tradisional untuk berkembang di tengah persaingan usaha yang semakin ketat.

"Jangan sampai revitalisasi Pasar Tavip hanya menjadi simbol pembangunan tanpa memberikan dampak nyata bagi para pedagang. Bangunan pasar boleh saja diperbaiki, tetapi jika di saat yang sama pedagang kecil masih harus berhadapan dengan keberadaan Asia King's Mart yang berdiri sangat dekat dengan kawasan pasar rakyat, maka tujuan utama revitalisasi patut dipertanyakan," ujar Dodi.

Menurutnya, keberadaan Asia King's Mart bukanlah persoalan yang baru. Ritel modern tersebut telah lama beroperasi di sekitar Pasar Tavip dan selama bertahun-tahun menjadi perhatian para pedagang maupun masyarakat. Namun hingga hari ini, keberadaannya masih menimbulkan pertanyaan terkait komitmennya terhadap keberlangsungan ekonomi pedagang tradisional yang terlebih dahulu menggantungkan hidup di kawasan tersebut.

"Sebagai pelaku usaha besar, Asia King's Mart tentu memiliki hak untuk menjalankan aktivitas bisnisnya. Namun di sisi lain, perusahaan juga memiliki tanggung jawab moral dan sosial terhadap lingkungan ekonomi di sekitarnya. Jangan hanya berbicara tentang investasi dan keuntungan, tetapi juga harus mampu menunjukkan keberpihakan terhadap masyarakat kecil yang setiap hari berjuang mencari nafkah di Pasar Tavip," tegasnya.

Dodi menambahkan bahwa semangat berbagai regulasi mengenai penataan pasar pada dasarnya bertujuan menciptakan keseimbangan antara pertumbuhan investasi dan perlindungan terhadap ekonomi rakyat. Oleh karena itu, keberadaan Asia King's Mart yang berada di sekitar Pasar Tavip harus menjadi bahan refleksi bersama mengenai pentingnya menciptakan persaingan usaha yang sehat dan berkeadilan.

"Kami mempertanyakan sejauh mana kontribusi dan komitmen sosial Asia King's Mart terhadap pedagang kecil yang berada di sekitar wilayah operasionalnya. Sebab usaha yang besar tidak hanya dinilai dari luas bangunan atau besarnya keuntungan yang diperoleh, tetapi juga dari kepeduliannya terhadap masyarakat yang berada di sekitarnya," katanya.

HMI Cabang Binjai menilai momentum revitalisasi Pasar Tavip seharusnya menjadi titik awal kebangkitan ekonomi rakyat Kota Binjai. Karena itu, seluruh pihak, termasuk Asia King's Mart, harus menunjukkan komitmen yang nyata dalam mendukung keberlangsungan pasar rakyat yang selama ini menjadi sumber penghidupan ratusan pedagang dan keluarganya.

"Pasar Tavip yang baru direvitalisasi harus menjadi simbol keberpihakan terhadap ekonomi rakyat, bukan sekadar proyek pembangunan fisik. Jangan sampai pedagang kecil hanya dijadikan objek pembangunan, sementara pada kenyataannya mereka masih harus berjuang menghadapi tekanan dari usaha yang memiliki kekuatan modal jauh lebih besar. Asia King's Mart harus menunjukkan bahwa keberadaannya juga membawa manfaat bagi masyarakat sekitar, bukan sekadar mengambil keuntungan dari pusat ekonomi rakyat yang telah lama tumbuh di Pasar Tavip," tutup Dodi.

M. Dodi Setiawan Lbs
Ketua Umum HMI Cabang Binjai Periode 2024–2025

(Redaksi)
Komentar

Tampilkan

Terkini