masukkan script iklan disini
radarhukum.site, Dairi - Aktivis mahasiswa Kabupaten Dairi menyoroti penggunaan anggaran daerah yang dinilai tidak efektif di bawah kepemimpinan Bupati Dairi Vickner Sinaga. Berbagai kegiatan dan perjalanan dinas yang dilakukan dinilai belum memberikan dampak nyata terhadap kemajuan daerah maupun kesejahteraan masyarakat.
Aktivis Mahasiswa Dairi, Arifatullah Manik, menyebut pemerintah daerah saat ini lebih banyak menghabiskan anggaran untuk agenda seremonial dan aktivitas luar daerah tanpa menghasilkan terobosan pembangunan yang jelas.
“Anggaran terus digunakan untuk berbagai kegiatan dan perjalanan dinas, tetapi masyarakat belum melihat hasil konkret bagi kemajuan Kabupaten Dairi,” tegas Arifatullah.
Ia juga menilai pola komunikasi pemerintah daerah lebih menonjolkan pencitraan daripada kerja nyata. Sementara itu, berbagai persoalan mendasar seperti ketimpangan pendidikan di desa tertinggal, pelayanan kesehatan yang belum maksimal, serta peningkatan pendapatan daerah yang masih stagnan belum ditangani secara serius.
Menurutnya, di tengah berbagai keterbatasan yang masih dirasakan masyarakat, pemerintah daerah justru terlihat sibuk dengan agenda luar daerah yang tidak membawa dampak langsung bagi masyarakat Dairi.
Oleh karena itu, aktivis mahasiswa meminta aparat pengawas dan penegak hukum untuk mengaudit secara menyeluruh seluruh penggunaan anggaran yang digunakan oleh Bupati Dairi Vickner Sinaga, termasuk anggaran perjalanan dinas dan berbagai kegiatan pemerintahan.
“Kami meminta aparat berwenang untuk mengaudit secara terbuka seluruh anggaran yang digunakan oleh Bupati Dairi. Publik berhak mengetahui apakah penggunaan APBD tersebut benar-benar untuk kepentingan masyarakat atau justru hanya menghabiskan anggaran tanpa hasil yang jelas,” tegas Arifatullah.
Ia menegaskan bahwa transparansi dan akuntabilitas penggunaan anggaran merupakan kewajiban pemerintah daerah, sehingga setiap rupiah dari APBD benar-benar digunakan untuk kepentingan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Dairi.
(Redaksi)


