masukkan script iklan disini
RADARHUKUM.SITE, Deli Serdang - Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PUJAKESUMA Sumatera Utara menggelar Kenduri Syuro yang dirangkaikan dengan perayaan Milad ke-46 PUJAKESUMA di Wedding Kafe, Kabupaten Deli Serdang, Selasa (14/7/2026). Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh nuansa kekeluargaan sebagai wujud komitmen organisasi dalam melestarikan budaya Jawa sekaligus memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Acara tersebut dihadiri jajaran Dewan Pengurus Pusat (DPP) dan DPW PUJAKESUMA, di antaranya Ketua Majelis Pertimbangan Organisasi (MPO) Brigjen (Purn) TNI Dr. Akhwan, Ketua Harian H. Khairum Rijal, M.AP., Sekretaris Dr. Joko Susanto, M.I.Kom., Bendahara Junaidi Prabu, S.H., beserta para pengurus lainnya. Hadir pula pengurus DPD PUJAKESUMA dari Kota Binjai, Kabupaten Deli Serdang, Simalungun, dan Asahan, serta Wakil Bupati Deli Serdang, Lom Lom Suwondo.
Rangkaian kegiatan diawali dengan penyerahan santunan kepada anak-anak yatim sebagai bentuk nyata kepedulian sosial organisasi. Aksi berbagi tersebut menjadi simbol bahwa peringatan Milad PUJAKESUMA tidak hanya menjadi ajang silaturahmi dan pelestarian budaya, tetapi juga momentum memperkuat semangat gotong royong, kasih sayang, dan kepedulian terhadap sesama.
Semangat berbagi itu juga mencerminkan nilai-nilai luhur budaya Jawa yang berpadu dengan ajaran Islam, yang selama ini menjadi landasan moral keluarga besar PUJAKESUMA dalam menjalankan berbagai aktivitas sosial kemasyarakatan.
Ketua DPW PUJAKESUMA Sumatera Utara, Dr. Mhd. R. Dayan, S.H., M.H., dalam sambutannya menegaskan bahwa Kenduri Syuro merupakan warisan budaya yang sarat makna dan harus terus dijaga sebagai bagian dari identitas masyarakat Jawa di Sumatera Utara.
Menurutnya, tradisi kenduri mengajarkan keseimbangan antara hubungan manusia dengan Allah SWT serta hubungan antarsesama manusia. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun kehidupan yang harmonis, rukun, dan saling menghormati.
"Keguyuban dan kerukunan harus terus kita pelihara. PUJAKESUMA memiliki potensi besar untuk memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa sekaligus memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan daerah," tegas Dayan.
Sementara itu, Wakil Bupati Deli Serdang, Lom Lom Suwondo, memberikan apresiasi atas konsistensi PUJAKESUMA dalam menjaga tradisi sekaligus membangun kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Menurutnya, Kenduri Syuro dan Milad PUJAKESUMA bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan sarana mempererat tali persaudaraan serta memperkokoh nilai-nilai kebersamaan yang menjadi modal penting dalam pembangunan daerah.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengajak seluruh warga PUJAKESUMA untuk bersinergi mendukung kemajuan sektor pertanian guna mewujudkan swasembada pangan, sekaligus berperan aktif menjaga keamanan lingkungan dari berbagai tindak kriminalitas yang belakangan semakin meningkat.
"Semoga PUJAKESUMA terus menjadi garda terdepan dalam menjaga, melestarikan, dan mewariskan nilai-nilai budaya kepada generasi muda melalui berbagai kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat," ujar Lom Lom.
Perayaan Milad ke-46 PUJAKESUMA yang dipadukan dengan Kenduri Syuro berlangsung dalam suasana penuh keakraban, kekhidmatan, dan semangat persaudaraan. Momentum tersebut menjadi penguat tekad seluruh keluarga besar PUJAKESUMA untuk terus mengamalkan falsafah organisasi, "Guyub, Rukun, Raket, Regeng, lan Rumekso," sebagai pedoman dalam berkarya, mengabdi, serta memberikan manfaat bagi masyarakat, daerah, bangsa, dan negara.
Melalui peringatan Milad ke-46 ini, PUJAKESUMA kembali menegaskan eksistensinya sebagai organisasi yang tidak hanya konsisten melestarikan budaya Jawa di tanah Sumatera, tetapi juga aktif menanamkan nilai-nilai kemanusiaan, memperkuat persatuan, dan berkontribusi dalam pembangunan masyarakat yang harmonis, berbudaya, dan sejahtera.
(Redaksi)







