masukkan script iklan disini
JALAN MENUJU PELABUHAN INTERNASIONAL/PELINDO BELAWAN KEMBALI MERENGGUT NYAWA, WARGA DESAK WALIKOTA BERTANGGUNG JAWAB
BELAWAN — Jalan rusak di akses menuju Pelabuhan Internasional Belawan kembali menelan korban jiwa. Seorang pemuda 24 tahun bernama Widodo tewas mengenaskan usai sepeda motornya terperosok ke lubang dan terlindas truk berat, Kamis [isi tanggal] sekitar pukul 16.10 WIB di depan bekas Hotel Pardede, Belawan.
Almarhum merupakan warga Lingkungan 11, Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Labuhan. Ia bekerja sebagai tenaga outsourcing di perusahaan PHG Belawan dan sedang dalam perjalanan pulang dari tempat kerja.
Menurut saksi di lokasi, kondisi Jalan Lintas Pelabuhan saat kejadian dipenuhi kubangan air. Lubang besar di badan jalan tidak terlihat hingga membuat korban kehilangan kendali. Naas, dari arah Pelabuhan Internasional/Pelindo Belawan melintas truk berat yang langsung melindas tubuh korban.
*"Jalan Ini Sudah Makan Banyak Korban"*
Kerusakan parah di jalur logistik nasional ini bukan cerita baru. Jalan yang seharusnya menjadi urat nadi ekspor-impor Indonesia itu kini menyerupai kubangan dan sudah bertahun-tahun luput dari perbaikan.
Kondisi ini dinilai sebagai bentuk kelalaian kolektif Pemko Medan, Pemprov Sumut, dan PT Pelindo yang bertanggung jawab atas akses kawasan pelabuhan.
Tokoh masyarakat Medan, *Silalahi*, mendesak perbaikan segera dilakukan.
*"Sebaiknya jalan ini cepat diperbaiki. Jangan tunggu bertahun-tahun lagi. Ini jalur pelabuhan internasional di Indonesia. Harusnya cepat ditanggapi agar tidak ada korban berulang,"* tegasnya.
Warga Belawan berinisial *IR* juga menyampaikan hal senada.
*"Kami berharap jalan ini diperbaiki dengan baik agar masyarakat nyaman dan aman saat melintas,"* ujarnya.
Data di lapangan menunjukkan, mayoritas korban yang tewas karena terjebak lubang dan terlindas truk di jalur ini adalah warga asli Kota Medan dan pekerja pelabuhan.
*Aktivis: Tuntut Tanggung Jawab Hukum Walikota*
Menanggapi insiden yang sudah ratusan kali terjadi, sejumlah aktivis sosial mengeluarkan kecaman keras terhadap sikap abai pemerintah.
Mereka menuntut *Walikota Medan Rico Waas* bertanggung jawab secara hukum atas kematian Widodo sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.
*"Jangan hanya sibuk dengan program seremonial dan pencitraan. Sementara jalan rusak yang merenggut nyawa rakyat dibiarkan,"* kata seorang aktivis.
Tim media telah berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak Pelabuhan Internasional/Pelindo dan Humas Pelindo. Namun hingga berita ini ditayangkan, pihak terkait belum memberikan jawaban.
Para aktivis menyatakan akan mengkaji langkah hukum lebih lanjut. Menurut mereka, pembiaran infrastruktur mematikan ini sudah melewati batas kemanusiaan. Korban terus berjatuhan, sementara birokrasi dinilai minim empati terhadap keselamatan warga.
*Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Semoga almarhum Widodo husnul khatimah.*
(Redaksi)







